Minggu, 04 Mei 2008

MUNGKINKAH SEKOLAH ke JERMAN ?

Pertanyaan tersebut kadang kala muncul dalam benak kita. Sebuah angan-angan atau impian di saat kita sedang melihat atau bertemu temen, handai taulan dan sahabat yang sedang atau baru saja selesai belajar di luar negeri. Namun bila kita sedang sadar akan keadaan diri kita, rasa-rasanya pertanyaan tersebut betul-betul hanya sebuah impian kosong. Cita-cita?? Akan tetapi bila kita mau sedikit berusaha dengan mencari informasi situasi sekolah di Jerman, maka pertanyaan tersebut akan mudah untuk menjadi sebuah kenyataan. Hal ini sesuai nasehat dari Bung Karno, gantungkan citacitamu setinggi langit dan kejarlah ilmu hingga ke negeri Cina. Untuk mewujudkan impian tsb, sebenarnya tidaklah begitu sulit. Modalnya hanya sebuah keberanian berpetualangan dan siap mengambil keputusan dalam kondisi yang sulit serta siap mandiri total. Persyaratan tersebut merupakan modal pokok bagi seseorang yang mau belajar di luar negeri. Setelah itu baru dukungan finansial yang diperlukan. Bila modal pertama belum dapat dipenuhi, maka walau didukung finansial yang cukup, hasilnya akan kurang memuaskan. Adapun hingga saat ini, berdasarkan pemantauan penulis negara tujuan utama bagi lulusan pelajar Indonesia yang akan melanjutkan studi ke luar negeri adalah pertama Amerika Serikat, dan kedua Australia. Setelah itu negara lain seperti Inggris, Jerman, Jepang, dll. Sesungguhnya negara lain seperti Jerman merupakan tempat yang menarik untuk dilirik. Hanya sayang sekali belum banyak informasi tentang Jerman yang menggambarkan situasi belajar dan tantangan serta hambatan yang ditulis dalam bahasa Indonesia. Oleh karena itu penulis pada kesempatan ini akan sedikit menutup kekurangan tersebut dengan artikel singkat ini. Jerman adalah bekas negara yang kalah perang dalam perang dunia kedua seperti halnya Jepang. Sebagai peringatan akan kekalahan dalam perang dunia tersebut, maka kota Berlin yang saat ini menjadi ibukota Republik Federasi Jerman dibagi menjadi dua bagian, sebelah timur dikuasai pihak Russia dengan sekutunya dan sebelah barat di kontrol oleh sekutu yang dipimpin oleh Amerika Serikat. Inggris dan Perancis mendapatkan wilayah kekuasaan juga di wilayah Jerman ?? Berlin Barat. Namun setelah mantan Kanzler Helmut Kohl dan Gobarchov masing-masing selaku kepala pemerintahan Jerman Barat dan Russia mewakili Jerman Timur bergandengan tangan melakukan reunifikasi kota Berlin, maka sekarang kota Berlin menjadi satu. Hal ini juga menjadi tanda bersatunya negara Jerman menjadi satu kembali dengan ditandai runtuhnya tembok Berlin pada tahun 1990.

Walaupun negara telah hancur total akibat kekalahan perang, namun setelah melalui kerja keras dan didukung tehnologi yang telah dikuasai. Maka setelah setengah abad lebih berlalu Jerman menggeliat seperti Jepang berubah menjadi negara modern. Kemajuan dibidang tehnologi permesinan yang dicapai sangat mengharumkan. Hal itu dibuktikan dengan bersinarnya pabrik mobil Mercedes danBMW. Kemajuan Jerman ini menjadikan negara tersebut menjadi motor di bidang ekonomi dan tehnologi bagi negara tetangganya di wilayah eropa. Dan sebagai lambang puncak kemajuan negara-negara Eropa khususnya Jerman, maka bersatulah mereka dan membentuk Uni Eropa. Penyatuan ini mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2002 dengan diberlakukannya mata uang Euro untuk kehidupan sehari-hari. Dengan kemajuan di bidang tehnologi dan ekonomi tersebut, maka Jerman akhir-akhir ini banyak dilirik orang

Indonesia sebagai tempat salah satu pilihan untuk melanjutkan sekolah. Kebanyakan mereka ingin melanjutkan di tingkat perguruan tinggi. Pilihan ini wajar dan logis bagi kita semuanya. Karena negara yang maju dan modern seperti Jerman, Amerika, Jepang, Inggris, Perancis, dll akan diikuti pula dengan kemajuan dibidang pendidikannya, baik pendidikan dasar, menengah maupun tingkat perguruan tinggi. Walau demikian, dibandingkan dengan negara maju dan modern lainnya seperti Amerika, Inggris, Jepang, Australia, maka Jerman masih ketinggalan jauh dalam jumlah mahasiswa asing yang sekolah atau menuntut ilmu di negari BMW ini. Amerika Serikat masih merupakan pilihan utama bagi mahasiswa dari Indonesia yang ingin sekolah ke luar negeri. Penyebab sedikitnya jumlah mahasiswa asing yang sekolah ke Jerman, biasanya disebabkan dua hal utama, yaitu lama waktu studi dan kurangnya informasi dunia pendidikan yang tersedia dalam bahasa Indonesia khususnya. Faktor

lama waktu studi, mulai tahun 1998-an sudah terpecahkan dengan ditawarkan program-program setingkat Magister

(MBA) atau doktor dalam bahasa inggris. Hal ini berarti mahasiswa asing tidak disulitkan lagi dengan bahasa Jerman yang cukup membuat “sakit kepala” dahulu sebelum belajar ke bidang studi yang kita minati. Informasi-informasi yang berdasarkan cara pandang calon mahasiswa yang akan sekolah ke Jerman itu mempunyai Info sisi kita?

beberapa parameter, yakni : �� Berisi informasi tentang kualitas pendidikan di Jerman.

�� Menyebutkan cara penyetaraan antara ijasah dari negara asal dengan negara Jerman.

�� Berisi memberikan informasi bagaimana prosedur melamar Universitas atau perguruan tinggi lainnya di Jerman.�� Memberikan informasi perincian biaya untuk hidup yang riil kebutuhan sehari-hari pada taraf cukup (hidup sederhana). �� Menginformasikan bagaimana cara belajar bahasa dan berapa biayanya yang dibutuhkan serta dimana dapat mengikuti kursus bahasa tersebut. Menunjukkan persyaratan-persyaratan lainnya yang diperlukan untuk tinggal dan sekolah di Jerman, dll. Apabila persyaratan tersebut diatas dapat diberikan secara rinci, maka akan memberikan dampak yang cukup signifikan dengan kenaikan jumlah calon mahasiswa yang berminat melanjutkan studinya ke Jerman.

1 Keistimewaan Jerman

Sebelum orang menentukan ingin sekolah ke Jerman, seharusnya sudah mengetahui apa yang menarik dan istimewa dari pendidikan di Jerman. Tanpa mengetahui ini dan hanya menuruti apa kata orang, maka hanya kekecewaanlah yang diperoleh nantinya. Untuk itu sebelum menentukan carilah informasi sebanyak mungkin, keuntungan dan kerugian, enak tidaknya, bagaimana persyaratannya, dll.

Selain itu suatu hal yang penting lagi dalam hal mencari informasi adalah janganlah kita percaya akan satu sumber informasi saja, misal dari tulisan ini atau dari brosur-brosur yang ada di DAAD maupun yang ada di Kedubes Jerman sendiri. Karena kadang kala yang tertulis didalamnya kurang lengkap betul. Ada kalanya ada sesuatu yang masih tersembunyi dan belum diinformasikan. Sehingga bila banyak sumber informasi, maka akan diperoleh banyak pertimbangan dan dapat mengambil keputusan yang tepat. Tetapi jangan menjadi sebaliknya, karena banyak informasi maka menyulitkan menentukan suatu keputusan karena bingung. Oleh karena itu untuk membantu menambah penyediaan sumber informasi yang dibutuhkan, dan guna menentukan pengambilan keputusan untuk belajar di Jerman, dapat dipertimbangan beberapa hal tersebut di bawah ini :

1. Biaya pendidikan gratis. Masalah biaya pendidikan sepertinya masih belum banyak orang yang tahu bahwa di Jerman orang sekolah dari Sekolah Dasar (Grundschule) hingga ke tingkat doktoran tidak dipungut biaya seperti membayar uang gedung, SPP, dll. Dengan kata lain, bahwa sekolah di Jerman adalah gratis. Kalaupun Sekolah gratis ! ada pungutan itu berupa suatu iuran sosial (Sozialgebühr) dimana besarnya relatif kecil. Sebagai contoh di Universitas Bremen untuk semester musim panas tahun 2001, penulis hanya membayar sebesar 164,60 DM.

Biaya ini sudah termasuk untuk membeli Semester Ticket. Oleh karena itu bila penulis tidak menginginkan

semester tiket, maka hanya dikenakan biaya sebesar 80 DM saja. Kalaupun ada kenaikan iuran sosial ini, sebetulnya dikarenakan perubahan harga BBM yang berfluktuasi setiap tahunnya, dimana kecenderungan fluktuasinya naik. Sebagai contoh untuk iuran sosial semester musim dingin tahun 2001, penulis dikenakan kenaikan sehingga harus membayar sebesar 175,40 DM. Kalau tidak menggunakan semester tiket, maka tetap membayar 80 DMsaja. Untuk Universitas dan Fachhochschule di lain kota mempunyai tarif tersendiri, walaupun semuanya masih termasuk relatif murah.

2. Kesempatan Promosi. Di Jerman, untuk seseorang yang ingin melanjutkan jenjang pendidikan setara S3 (Doktor) mempunyai keistemawaan khusus, yakni bila di Indonesia telah lulus S1 (Sarjana strata satu), maka di Jerman ada kemungkinan untuk promosi langsung ke doktoran (tidak mesti melalui Diplom/Magister). Hal ini bisa S1 ke S3 lang terjadi kalau memenuhi persyaratan dengan melalui penyetaraan ijasah kita. Dengan cara ini seseorang bisa sung OK sedikit menyingkat waktu (biasanya temen-temen dari DAAD yang mengambil kursus bahasa Jerman di Goethe Institut Bremen, dimana bila masih S1, maka setelah berkenalan dengan penulis kebanyakan “merubah” haluan untuk dapat langsung memperoleh kesempatan promosi S3/Doktoran). Model promosi seperti ini belum banyak diketahui calon mahasiswa dari Indonesia.

3. Asuransi kesehatan. Selama kita belajar dan tinggal di Jerman diwajibkan memiliki asuransi kesehatan. Halini penting kalau kita terpaksa sakit dan masuk ke rumah sakit. Saat pemeriksaan dan tinggal di rumah sakit, kita AsKes tidak memikirkan berapa besar biaya yang harus dibayarkan. Semua akan ditanggung oleh asuransi kesehatan yang kita ikuti. Keuntungan ini akan menguntungkan sekali kalau kita mengikuti gesetzliche Versicherung.

4. Hiwi dan Miwi. Hiwi merupakan sebuah kesempatan menjadi pembantu penelitian dari seorang Professor atau Doktor. Kesempatan ini banyak ditawarkan oleh Professor yang kebanyakan kerja di bidang ilmu pengetahuan alam. Pekerjaan utama Hiwi adalah bekerja dengan waktu sekitar 2-4 jam per minggu. Setelah mengikuti Kerja sambilan Hiwi maka besar sekali kemungkinan untuk mendapatkan kesempatan Miwi. Pekerjaan utama Miwi adalah OK

melakukan penelitian untuk bahan disertasinya. Jadi Miwi ini dibutuhkan oleh Professor bagi seseorang yang mau melakukan promosi (Doktor). Honor bulanan yang diperoleh keduanya cukup besar, setara sebagai pengganti beasiswa.

5. Kunjungan ke luar Jerman. Bila seseorang telah dapat masuk dan sekolah di Jerman, maka sebuah kemudahan fasilitas adalah dengan visa Jerman, dapat digunakan untuk mengujungi negara lain yang tergabung dalam Uni-Eropa. Bahkan hingga saat tulisan ini dipersiapkan, visa Jerman dapat digunakan untuk mengunjungi teman di Swiss, atau ke Denmark tanpa mengurus visanya. Kadang kala ada orang beranggapan bahwa bepergian ke luar Jerman merupakan sebuah “pemborosan”. Tetapi di pihak lain juga ada yang beranggapan hal ini merupakan sebuah investasi tersendiri (dibidang inovasi ide, dll). Karena dengan mengunjungi suatu tempat yang baru kita akan mendapatkan sesuatu yang menarik. Sebagai contoh orang yang tinggal di Bremen, kemudian Enak untuk mengujungi Amsterdam (Belanda), maka akan diketahui bahwa sama-sama kota pantai tetapi Amsterdam lebih Wisata jorok kotanya dari pada Bremen, belum lagi arsitektur bangunan yang ada atau melihat kebiasaan pemakaian obat-obat terlarang, dll. Dari sini juga dapat dilihat suatu kemiripian bahwa pada sisi tata letak kota, biasanya kota di eropa daerah pusat perbelanjaan terletak dekat dengan Stasiun. Bremen dan Amsterdam mempunyai kemiripan ini. Dari hal seperti ini wawasan kita akan terbuka lebar nantinya. Apalagi kalau saat jalan-jalan tersebut dikaitkan dengan bidang kajian kita, maka akan banyak manfaatnya.

6. Flohmarkt. Dalam bahasa Indonesia Flohmarkt mempunyai padanan kata dengan Pasar Loak. Di Jerman Barang murah keberadaan Flohmarkt ini pada awal mulanya tidak begitu dipandang oleh orang Jerman sendiri, karena kalau ? membeli barang di loak biasanya berkualitas rendah. Namun saat ini Flohmarkt sudah mempunyai arti sendiri bagi orang Jerman. Kalau mau mencari barang antik, sekedar melepaskan hobi untuk berbelanja, dll, maka Flohmarkt adalah pilihannya. Dan bagi orang asing di Jerman Flohmarkt merupakan lahan untuk mencari tambahan penghasilan. Karena kita bisa berjualan disana dengan tarif sewa luas permukaan per m_ hanya sebesar

7 DM (di Bremen). Kalau mencari buku-buku bekas dari segala jenis buku, disana banyak diperdagangkan.

Barang yang ditawarkan banyak sekali dan beragam, mulai dari orang menjual jarum jahit hingga berjualan

mobil bekas ada semuanya. Barang yang dilarang dijual di Flohmarkt adalah sayuran, buah-buahan atau barang kebutuhan untuk makan sehari-hari. Kadang kala kualitas barang di Flohmarkt masih bagus, asal pandai-pandai memilih barang. Hanya kalau membeli barang elektronik tidak disarankan di sini.

7. SSV dan WSV. Merupakan kependekan dari Sommerschlussverkauf dan Winterschlussverkauf, yaitu musim obral di akhir musim panas dan dingin. Seperti saat tulisan ini dilakukan, sedang terjadi SSV dari tanggal 31 Juli hingga 11 Agustus. Biasanya SSV dan WSV berlangsung selama sekitar 2 pekan. Pada SSV dan WSV ini semua toko memberikan diskon atau potongan harga yang besar sekali dari 10-70 %. Diskount diberikan tergantung jenis barangnya. Biasanya untuk barang elektronik kecil sekali diskonnya. Karena diskon inilah, maka harga barang menjadi amat sangat murah sekali. Bahkan penulis pernah mendiskusikan suatu jenis barang dengan harganya, kalau dipikir harga jual tidak sepadan dengan biaya produksinya. Namun hal itu terjadi setiap WSV dan SSV. Hal ini memungkinkan karena sistem Inventurverkauf yang berjalan di Jerman mendukung sekali. Apabila sisa barang tetap disimpan di gudang, maka akan kena pajak yang tinggi. Sehingga untuk menghindari pajak yang besar tersebut, lebih baik diobral semurah mungkin. Barang-barang yang biasanya mendapatkan diskon besar adalah parfum, pakaian, jeans, jaket, t-shirt, dll.

8. Semester Ticket. Fasilitas ini walaupun tidak terdapat diseluruh Universitas dan Fachhochschule di Jerman, namun hampir di kota-kota besar setiap perguruan tinggi memberikan fasilitas ini. Bagi Universitas dan Fachhochschule yang tidak memberikan fasilitas semester ticket ini, biasanya berkaitan dengan jaringan transportasi umum dalam kota yang belum mendukung. Misalnya saja tidak banyak transportasi umum dalam kota. Kadang Angkot murah kala komunitas mahasiswanya yang tidak menghendaki fasilitas tersebut, karena kegunaannya kurang optimal. Manfaat semester ticket ini besar sekali, karena dapat meringankan biaya transportasi dalam kota atau kadang kala hingga keluar kota dengan batas tertentu. Dengan semester ticket, mahasiswa dapat menggunakan semua bus umum, Strassenbahn (kereta listrik), S-bahn atau U-bahn (kereta bawah tanah) dengan gratis dengan waktu tak terbatas. Namun bila seseorang tidak mempunyai fasilitas ini, maka bila bepergian dengan fasilitas transportasi umum dalam kota akan dikenakan sesuai tarif umum, sebagai gambaran sekali bepergian dalam wilayah

Bremen saja (Stufe I) harga tiketnya 3,60 DM. Dari pengalaman penulis, fasilitas semester ticket ini jarang

sekali dijumpai di negara lain, misalnya di Jepang, Australia, Belanda, Inggris, dll.

9. Transportasi umum. Di Jerman bila seseorang mempunyai hobby jalan-jalan adalah merupakan negara yang layak nomor satu dipilih. Hal ini dikarenakan untuk mencapai kota-kota lain di seluruh Jerman bukan menjadi masalah besar, kapan saja dan dimana saja. Jenis transportasi umumnya adalah kereta listrik (diesel untuk desadesa kecil). Bepergian dengan transportasi ini relatif murah, apalagi pada waktu akhir pekan (Wochenende). Deutsche Bahn (DB) selaku penanggung jawab utama perkeretaan di Jerman menawarkan fasilitas Wochenend Ticket (tiket akhir pekan) kepada warga Jerman. Sepertinya ini malah dijadikan perangsang agar warga Jerman suka jalan-jalan. Harga ticketnya sebesar 35 DM (tahun 1997), kemudian pada tahun 2001 mulai naik menjadi 40 DM. Tiket tersebut dapat digunakan untuk bepergian ke segala arah ke seluruh kota di Jerman untuk maksimal lima (5) orang dewasa. Wochenend Ticket masih dapat digunakan untuk hari Sabtu dan minggu pada tahun 1997. Namun sejak tahun 2000 Wochenend Ticket hanya dapat digunakan pada satu hari saja, yakni hari Sabtu saja atau Minggu saja. Ticket ini berlaku mulai jam 04.00 hingga jam 24.00-02.00. Karena ticket ini murah, maka tidak semua jenis kereta dapat menggunakan dengan ticket ini. Wochenend Ticket berlaku hanya untuk jenis kereta RegionalExpress (RE), RegionalBahn (RB), S-Bahn dan StadtExpress (SE). Semua kereta tersebut termasuk golongan kelas ekonomi, walaupun demikian bila dibandingkan dengan kereta api di Indonesia setara dengan kelas Senja Utama atau Sembrani untuk fasilitas dan kecepatannya. Oleh karena itu hampir setiap akhir pekan, penulis sering menggunakan fasilitas ini untuk jalan-jalan mengunjungi kota-kota lain, baik berkelompok atau terpaksa sendiri. Wochenend Ticket ini menarik buat bepergian dengan keluarga.

10. BahnCard. BahnCard (BC) adalah suatu fasilitas dari Deutsche Bahn dengan memberikan potongan hargaticket sebesar 50 % dari harga normal selama waktu 12 bulan. Untuk mendapatkan harga potongan tersebut,

Tampak depan kereta kelas satu ICE (Inter City Express, http://www.bahn.de/) seseorang harus membuat BahnCard dengan menyerahkan foto berwarna 3x4 cm, Passport (orang asing) atau Personalausweis semacam KTP (orang Jerman) dan membayar 270 DM untuk bujangan atau 70 DM buat famili

(keluarga + 2 anak, bila keluarga dengan 3 anak maka tidak perlu membayar apa-apa, alias BahnCardnya gratis diperoleh). Dengan BahnCard ini seseorang dapat berpergian kemana saja dengan berbagai jenis kereta dan mendapat potongan harga hingga 50 %. Setiap tahun kadang kala harga ticket ini mengalami perubahan. Selain itu BahnCrad ini tidak berlaku untuk membeliWochenend Ticket agar mendapatkan potongan 50 % lagi. Untuk lebih detailnya saat ini terdapat berbagai macam BahnCard yang ditawarkan kepada penduduk Jerman seperti, Daftar jenis dan harga BahnCard yang berlaku mulai tahun 2001 (sumber http://www.bahn.de/) dan mulai 1 Januari 2002 harga dalam Euro (1 Euro = 1.95583 DM)

Jenis BahnCard Keistemawaan Harga kls 2 Harga kls 1

BC Classic 23-59 tahun 270 DM/th 540 DM/th

BC Senior > 60 tahun 135 DM/th 270 DM/th

BC Junior 18-22 th, mhs/pelajar _ 26 th 135 DM/th 270 DM/th

BC Zusatz Famili tanpa anak/teman hidup 135 DM/th 270 DM/th

BC Familie Famili+2 anak _ 17 th (anak lebih 3 gratis) 70 DM/th tidak ada

BC Teen 12-17 tahun 70 DM/th 140 DM/th

BC Kind 6-11 tahun 70 DM/th 140 DM/th

Selain keistimewaan yang penulis sebutkan di atas, tentu saja masih banyak hal-hal yang menarik dan terdapat di Jerman. Bagaimana tata ruang kota di setiap kota besar di Jerman, juga merupakan hal yang sangat menawan bagi ahli planologi. Begitu juga bentuk-bentuk arsitektur bangunan yang terdapat di setiap sudut kota-kota di Jerman merupakan sebuah pandangan yang sayang kalau tidak dinikmati saat jalan-jalan. Apalagi bagi ahli arsitektur. Kemudian system transportasi dalam kotanya atau antar kota di Jerman, sebuah sistem yang sayang kalau begitu saja diabaikan. Apalagi sistem asuransi kesehatan maupun sosialnya, bagus untuk dijadikan studi banding bagi kita yang hidup di Indonesia.

2 Beberapa bidang studi di Jerman

Pada saat kita mau menentukan bidang studi, biasanya merupakan problem tersendiri bagi seseorang untuk memilih. Apalagi bila bidang studi yang akan diambil dari suatu universitas tidak ada informasi sama sekali tentang kriteria,kualitas, dll. Untuk ini dibawah ini ada tabel tentang perguruan tinggi di Jerman yang menarik untuk dipilih. Data Bidang studi ? tersebut disadur dari majalah Stern edisi beberapa bulan yang lalu yang memuat daftar perguan tinggi di Jerman beserta kriterianya.

5

Tabel 1. Daftar Universitas dan Fachhochschule berdasarkan kriteria jenis I, II dan III (Kriteria penilaiannya adalah Jenis I : Misal untuk universitas yang memiliki bimbingan yang baik bagi mahasiswa, masa kuliah yang relatif lebih cepat. Jenis II : Universitas atau Fachhochschule yang biasanya kuat di bidang penelitian. Jenis III : Jenis ini adalah universitas atau Fachhochschule yang memiliki kontak dengan lapangan pekerjaan sangat erat. Sehingga pengetahuan praktis sangat banyak diberikan)

Bidang Studi Jenis I Jenis II Jenis III

Angulistik Uni Bamberg TU Berlin tidak ada

Uni Eichstaett Uni Freiburg

Uni Giessen Uni Giessen

Uni Regensburg Uni Muenchen

Uni Tuebingen

Arsitektur HdK Berlin tidak ada HS Anhalt

BTU Cottbus FH Biberach

AdbK Stuttgart FH Heidelberg

Sipil TU Braunschweig RWTH Aachen RWTH Berlin

BTU Cottbus TU Muenchen FH Biberach

Uni Rostock

Uni Weimar

Bisnis EAP Berlin Uni Mannheim HS Anhalt

TU Chemnitz Uni Muenchen FH Biberach

Uni Eichstaett Freiberg Uni Muenster ISM Dortmund

WHU Koblenz FH Erfurt

EBS Oestrich-Winkel FH Hildesheim

Uni Potsdam FH Konstanz

FH Lausitz

FH Merseburg

FH Nuertingen

FH Reutlingen

Kimia Uni Jena Uni Marburg tidak ada

Uni Leipzig TU Muenchen

Uni Marburg

TU Muenchen

Elektroteknik TU Chemnitz TU Branschweig FH Augsburg

TU Dresden Uni Stuttgart FH Landshut

TU Ilmenau FH Telekom Leipzig

Uni Kiel FH Ulm

Uni Rostock HS Wismar

Uni GH-Siegen

Uni Ulm

Pedagogik Uni Bamberg Uni Bielefeld tidak ada

TU Chemnitz Uni Muenchen

Uni Eichstaett

Uni Tuebingen

Germyanistik Uni Bamberg FU Berlin tidak ada

TU Chemnitz Uni Freiburg

Uni Greifswald Uni Muenchen

Uni Jena Uni Tuebingen

Uni GH-Siegen

Sejarah RWTH Aachen Uni Bielefeld tidak ada

Uni Bamberg Uni Freiburg

Uni Bayreuth Uni Muenchen

Uni Muenster

Lanjutan Tabel 1. Daftar Universitas dan Fachhochschule berdasarkan kriteria jenis I, II dan III.

Bidang Studi Jenis I Jenis II Jenis III

Informatik TU Chemnitz Uni Karlsruhe FH Furwangen

Uni Halle-Wittenberg TU Muenchen HTWK Leipzig

TU Ilmenau Uni GH-Paderborn HTW Mittweida

Uni Jena Uni Saarbruecken FH Schmalkalden

Uni Magdeburg HTW Zittau

Uni Rostock FH Zwickau

Hukum Uni Bayreuth tidak ada tidak ada

Uni Dusseldorf

Eropa Uni Frankfurt an der Oder

Uni Halle-Wittenberg

Uni Jena

Mesin/proses Uni Bremen RWTH Aachen FHTW Berlin

TU Chemnitz TU Muenchen FH Erfurt

TU Clausthal Uni Stuttgart FH Lausitz

TU Dresden FH Offenburg

TU Bergakademie Freiberg FH Zwickau

TU Ilmenau

Uni Kaiserslautern

Uni Rostock

Matematik TU Chemnitz Uni Bielefeld tidak ada

TU Clausthal Uni Heidelberg

TU Dresden Uni Muenster

TU Bergakademie Freiberg

Uni Halle-Wittenberg

TU Ilmenau

TU Muenchen

Fisika Uni Augsburg Uni Heidelberg tidak ada

Uni Bayreuth Uni Karlsruhe

Uni Chemnitz Uni Konstanz

TU Dresden TU Muenchen

Uni GH-Essen Uni Wuerzburg

Uni Jena

Uni GH-Kassel

Uni Leipzig

Uni Rostock

Psikologi Uni Bamberg Uni Freiburg

TU Braunschweig Uni Konstanz

Uni Graifswald

Uni Jena

Uni Potsdam

Ekonomi - Uni Leipzig Uni Kiel tidak ada

kerakyatan Uni Regensburg

3 Mengapa sekolah ke luar negeri ?

Saat ini aspek informasi adalah sangat penting sekali dalam mengambil keputusan, terutama sekali sejak memasuki abad 21 ini, Abad Informasi. Oleh karena itu sebelum menentukan sekolah baik di dalam atau ke luar negeri ada baiknya uraian dari Pangesti Wiedarti [pangestiwiedarti@telkom.net] yang dapat penulis kumpulkan dapat dijadikan referensi. Adapun buah pikirannya adalah sebagai berikut :

�� Studi lanjut di dalam negeri. Apabila kita telah memilih melanjutkan studi di dalam negeri maka keuntungan yang akan diperoleh adalah:

1. Dekat dengan keluarga (istri/suami, anak, orangtua, saudara, tunangan/pacar).

2. Biaya yang dibutuhkan lebih murah.

3. Tidak terlalu dituntut menguasai bahasa asing seperti halnya jika kuliah di luar negeri.

4. Berpikir dan menulis dalam Bahasa Indonesia mungkin tidak menjadi masalah.

5. Gegar budaya kemungkinan tidak terjadi jika kuliah pada setting yang sama.

Adapun kerugian yang bakal diperoleh adalah :

1. Konsentrasi terbagi dengan pekerjaan atau pencarian penghasilan tambahan.

2. Umumnya studi S2 jarang dapat diselesaikan dalam 2 th, apalagi untuk S3-nya banyak molor waktunya.

3. Sulit mendapatkan buku-buku terbitan mutakhir, terutama terbitan penerbit luar negeri.

4. Keahlian pembimbing relatif terbatas sehingga mahasiswa harus menyesuaikan diri dengan keahlian

pembimbing.

5. Pada kondisi tertentu uruson non-akademik menjadi penghambat penyelesaian studi (intensitas pembimbingan

kurang, otoritas pembimbing sangat kuat).

6. Gegar budaya kemungkinan terjadi jika kuliah pada setting yang berbeda.

7. Reward terhadap mahasiswa kurang diberikan.

8. Ada kemungkinan ideologi negara membatasi kreativitas berpikir mahasiswa.

9. Kurang bebas dalam mensosialisasikan hasil penelitian karena dikhawatirkan terlalu sensitif (menimbulkan masalah SARA).

�� Studi lanjut ke luar negeri.

Bagi orang yang telah memilih untuk melanjutkan studi ke luar negeri juga terdapat plus-minusnya. Adapun keuntungan

yang akan diperoleh adalalah :

1. Bisa mendapatkan buku-buku terbitan mutakhir di perpustakaan atau melalui interlibrary-loan.

2. Kemungkinan dapat belajar spesialisasi baru karena perkembangan ilmu di luar negeri (baca: high/developed countries) lebih maju daripada di Indonesia.

3. Menguasai bahasa asing negara setempat dan dapat belajar kebudayaannya.

4. Sikap akademik, disiplin, menghargai orang lain menjadi lebih terbentuk, EQ pun terbina.

5. Proses pembimbingan lebih fleksibel walau disiplin (terutama dalam hal waktu).

6. Kemungkinan waktu studi lebih cepat (1-1,5 tahun)

7. Kemungkinan dapat membina kerja sama dengan universitas tempat studi.

8. Integritas sebagai bangsa Indonesia dan nasionalisme makin kuat (??).

9. Wawasan menjadi lebih terbuka dapat membentuk national character building.

Walaupun keuntungan dapat diperoleh lebih banyak bila anda melanjutkan studi di luar negeri, namun kerugiannya pun juga ada, yaitu :

1. Jauh dari keluarga. Jika keluarga diajak serta, diperlukan banyak biaya (fiskal & transport, biaya hidup,

biaya sekolah, suami/istri keluar/cuti demii pekerjaannya). Keluarga perlu waktu dalam penyesuaian diri

dengan lingkungan baru.

2. Hidup di negara lain kemungkinan menimbulkan gegar budaya.

3. Jika keluarga ditinggal di Indonesia, perlu biaya komunikasi (telpon, fax, e-mail, surat), biaya ekstra untukpembelian tiket ketika menjenguk keluarga (bagi yang tidak ada dukungan dari pemberi beasiswa, biasanya DAAD memberikan hal ini).

4. Biaya menjadi semakin banyak jika harus studi dengan biaya sendiri.

5. Home sick.

6. Kemungkinan terjadi kesulitan dalam penyesuaian makanan dan iklim.

7. Kemungkinan tanpa sadar mahasiswa terjebak membahas penelitian yang seharusnya tidak dikerjakan karena berkaitan dengan masalah politis Indonesia (memaparkan data rahasia negara).

Dengan melihat beberapa keuntungan dan kelebihan di atas dan bila dipadukan dengan kemampuan yang ada pada diri sendiri. Maka keputusan untuk melanjutkan studi baik di dalam negeri atau di luar negeri akan dapat diambil dengan tepat. Namun bila ingin melanjutkan studi ke luar negeri ada beberapa aspek lainnya ynag perlu dipertimbangkan, yakni :

1. Biaya pendidikan (beasiswa), cari info di kedubes negara yang menawarkan beasiswa ke Indonesia: Jepang, Australia, Austria, USA, Jerman, Belanda, Singapore, Malaysia, Bruneidarussalam, dll. melalui kerjasama pemerintah atau mencari beasiswa secara langsung ke universitas yang menawarkan beasiswa ( searching internet).

2. Menentukan pilihan universitas.

3. Menentukan disiplin ilmu (pindah major lain??).

4. Penguasaan bahasa Inggris (TOEFL: 575 and TWE 4.5; IELTS 6.5 with no band less than 6) atau tes standar bahasa lain. Masing-masing jurusan mempunyai standar penguasaan berbeda. Misalnya: Fac. of Architecture, Economics, Law pada umumnya membutuhkan TOEFL: 600 and TWE 4.5, IELTS 7 (with no bond less than

6.0); Fac. of Medicine (Dentistry, Medicine, Pharmacy) biasanya membutuhkan TOEFL 600 and TWE 4.5;

IELTS 6.5 (with no band less than 6.0).

5. Menentukan jalur macam kuliah yang hendak ditempuh: coursework, kombinasi coursework dan research, research (major thesis). Course work : Pada umumnya kegiatan belajar ditekankan pada perkuliahan (diskusi, seminar, presentasi), tes, dan penulisan makalah. Bagi mereka yang belum pernah menempuh program Grad. Dipl./ S-2, program sebaiknya menempuh course work karena akan mendapatkan banyak ilmu (baru) dan berbagai perkuliahan. Course work membuat mhs amat sibuk, jadi harus pandai mengatur waktu antara kuliah, mempersiapkan tes, atau mengerjakan tugas. Coursework & research : Mirip dengan di Indonesia: perkuliahan dan menulis thesis (minor). Major thesis/research : Berpengalaman meneliti pada bidang spesialisasinya; Kegiatan utama adalah penelitian dan penulisan major thesis; Mahasiswa diperbolehkan sit in di kelas yang dianggap diperlukan bagi penulisen thesisnya atau atas anjuran pembimbing; Benar-benar harus mandiri dan disiplin.

6. Mendapatkan rekomendasi dari mantan dosen.

7. Mencari informasi tentang negara yang hendak dituju: keamanan, geografis, budaya, dll.

8. Siap mental untuk hidup di negara lain.

Setelah berada di lingkungan studi, kadang kala banyak kendala yang dihadapi baik yang datang dari diri sendiri atau dari luar. Semuanya itu akan mempengaruhi keberhasilan studi. Adapun faktor penentu tersebut meliputi : Suka belajar dan cinta ilmu dan ibadah, gelar (??).

�� Investasi ilmu dan dedikasi terhadap pengembangan ilmu dan institusi.

9�� Disiplin.�� Pantang menyerah dan suka tantangan.

Rasa keingintahuan tinggi.�� Berpikir positif. Menerapkon sinergi SWOT; dan tahu bahwa dirinya tahu; tahu bahwa dirinya tidak tahu; tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu. Hidup itu perjuangan (disertai doa).

�� Kegagalan adalah merupakan kesuksesan yang tertunda.�� Tahu apa yang akan dan harus dilakukan (proaktif)�� Membina kekawanan dan mempunyai banyak kawan baik. �� Melibatkan diri dalam pergaulan internasionol agar kemampuan berbahasa asing terlatih dengan lebih baik.�� Terampil mengelola keuangan (beasiswa) selama studi. Dengan bekal-bekal tersebut di atas, maka waktu dan proses studi terasa menyenangkan sekali, baik studi di dalamnegeri atau di luar negeri.

4 Catatan

Apabila diperhatikan dengan seksama artikel dari penulis ini amat sangat pendek. Uraian diatas tidak cukup detail menyajikan informasi tentang kondisi belajar di Jerman yang sesungguhnya. Namun artikel ini lebih dari pada cukup untuk memberikan pandangan awal tentang sekolah di Jerman. Apabila pembaca ada yang berkeinginan untuk Info lanjutan ! mengetahui lebih jelas tentang sekolah di Jerman, penulis telah menyiapkan buku panduan lengkap berjudul Sekolah di Jerman Buat Orang Lugu. Buku tersebut diselesaikan bersama Tim Pandu (http://pandu.dhs.org/ ), namun saying hingga saat tulisan ini selesai ditulis buku tersebut belum dapat di nikmati bagi yang membutuhkannya. Insya Allah buku tersebut baru akan diterbitkan sekitar bulan Mei 2002. Oleh karena itu bila ada yang berminat dan tertarik dengan

buku tersebut silakan menghubungi penulis dengan alamat email di atas atau intip http://www.forum-indojerman.de/.

0 komentar: