<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4316966312090277800</id><updated>2011-04-21T13:12:38.808-07:00</updated><title type='text'>TEcH MiLiT@NiAC</title><subtitle type='html'>Blog ini bertujuan untuk memberikan Informasi yang up to date bagi para pembaca... Yang berhubungan dengan Knowladge, Science, IT, Lingkungan dan yang asik-asik &amp; bermanfaat....</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://militaniac.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4316966312090277800/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://militaniac.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Tech MiliTan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>4</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4316966312090277800.post-7257608025993311211</id><published>2008-05-04T10:36:00.000-07:00</published><updated>2008-05-04T10:37:31.450-07:00</updated><title type='text'>MUNGKINKAH SEKOLAH ke JERMAN ?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Pertanyaan tersebut kadang kala muncul dalam benak kita. Sebuah angan-angan atau impian di saat kita sedang melihat atau bertemu temen, handai taulan dan sahabat yang sedang atau baru saja selesai belajar di luar negeri. Namun bila kita sedang sadar akan keadaan diri kita, rasa-rasanya pertanyaan tersebut betul-betul hanya sebuah impian kosong. &lt;b&gt;&lt;i&gt;Cita-cita?? &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;Akan tetapi bila kita mau sedikit berusaha dengan mencari informasi situasi sekolah di Jerman, maka pertanyaan tersebut akan mudah untuk menjadi sebuah kenyataan. Hal ini sesuai nasehat dari Bung Karno, &lt;i&gt;gantungkan citacitamu setinggi langit dan kejarlah ilmu hingga ke negeri Cina&lt;/i&gt;. Untuk mewujudkan impian tsb, sebenarnya tidaklah begitu sulit. Modalnya hanya sebuah keberanian berpetualangan dan siap mengambil keputusan dalam kondisi yang sulit serta siap mandiri total. Persyaratan tersebut merupakan modal pokok bagi seseorang yang mau belajar di luar negeri. Setelah itu baru dukungan finansial yang diperlukan. Bila modal pertama belum dapat dipenuhi, maka walau didukung finansial yang cukup, hasilnya akan kurang memuaskan. Adapun hingga saat ini, berdasarkan pemantauan penulis negara tujuan utama bagi lulusan pelajar &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; yang akan melanjutkan studi ke luar negeri adalah pertama Amerika Serikat, dan kedua &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Australia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;. Setelah itu negara lain seperti Inggris, Jerman, Jepang, dll. Sesungguhnya negara lain seperti Jerman merupakan tempat yang menarik untuk dilirik. Hanya sayang sekali belum banyak informasi tentang Jerman yang menggambarkan situasi belajar dan tantangan serta hambatan yang ditulis dalam bahasa &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;. Oleh karena itu penulis pada kesempatan ini akan sedikit menutup kekurangan tersebut dengan artikel singkat ini. Jerman adalah bekas negara yang kalah perang dalam perang dunia kedua seperti halnya Jepang. Sebagai peringatan akan kekalahan dalam perang dunia tersebut, maka kota Berlin yang saat ini menjadi ibukota Republik Federasi Jerman dibagi menjadi dua bagian, sebelah timur dikuasai pihak Russia dengan sekutunya dan sebelah barat di kontrol oleh sekutu yang dipimpin oleh Amerika Serikat. Inggris dan Perancis mendapatkan wilayah kekuasaan juga di wilayah &lt;b&gt;&lt;i&gt;Jerman ?? &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Berlin&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; Barat. Namun setelah mantan Kanzler Helmut Kohl dan Gobarchov masing-masing selaku kepala pemerintahan Jerman Barat dan Russia mewakili Jerman Timur bergandengan tangan melakukan reunifikasi kota Berlin, maka sekarang kota Berlin menjadi satu. Hal ini juga menjadi tanda bersatunya negara Jerman menjadi satu kembali dengan ditandai runtuhnya tembok &lt;/span&gt;&lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Berlin&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; pada tahun 1990.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Walaupun negara telah hancur total akibat kekalahan perang, namun setelah melalui kerja keras dan didukung tehnologi yang telah dikuasai. Maka setelah setengah abad lebih berlalu Jerman menggeliat seperti Jepang berubah menjadi negara modern. Kemajuan dibidang tehnologi permesinan yang dicapai sangat mengharumkan. Hal itu dibuktikan dengan bersinarnya pabrik mobil Mercedes danBMW. Kemajuan Jerman ini menjadikan negara tersebut menjadi motor di bidang ekonomi dan tehnologi bagi negara tetangganya di wilayah eropa. Dan sebagai lambang puncak kemajuan negara-negara Eropa khususnya Jerman, maka bersatulah mereka dan membentuk Uni Eropa. Penyatuan ini mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2002 dengan diberlakukannya mata uang Euro untuk kehidupan sehari-hari. Dengan kemajuan di bidang tehnologi dan ekonomi tersebut, maka Jerman akhir-akhir ini banyak dilirik orang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; sebagai tempat salah satu pilihan untuk melanjutkan sekolah. Kebanyakan mereka ingin melanjutkan di tingkat perguruan tinggi. Pilihan ini wajar dan logis bagi kita semuanya. Karena negara yang maju dan modern seperti Jerman, Amerika, Jepang, Inggris, Perancis, dll akan diikuti pula dengan kemajuan dibidang pendidikannya, baik pendidikan dasar, menengah maupun tingkat perguruan tinggi. Walau demikian, dibandingkan dengan negara maju dan modern lainnya seperti Amerika, Inggris, Jepang, Australia, maka Jerman masih ketinggalan jauh dalam jumlah mahasiswa asing yang sekolah atau menuntut ilmu di negari BMW ini. Amerika Serikat masih merupakan pilihan utama bagi mahasiswa dari &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; yang ingin sekolah ke luar negeri. Penyebab sedikitnya jumlah mahasiswa asing yang sekolah ke Jerman, biasanya disebabkan dua hal utama, yaitu lama waktu studi dan kurangnya informasi dunia pendidikan yang tersedia dalam bahasa Indonesia khususnya. Faktor&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;lama waktu studi, mulai tahun 1998-an sudah terpecahkan dengan ditawarkan program-program setingkat Magister&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;(MBA) atau doktor dalam bahasa inggris. Hal ini berarti mahasiswa asing tidak disulitkan lagi dengan bahasa Jerman yang cukup membuat “sakit kepala” dahulu sebelum belajar ke bidang studi yang kita minati. Informasi-informasi yang berdasarkan cara pandang calon mahasiswa yang akan sekolah ke Jerman itu mempunyai &lt;b&gt;&lt;i&gt;Info sisi kita?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;beberapa parameter, yakni : &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 1pt; font-family: A;"&gt;􀀀 &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Berisi informasi tentang kualitas pendidikan di Jerman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 1pt; font-family: A;"&gt;􀀀 &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Menyebutkan cara penyetaraan antara ijasah dari negara asal dengan negara Jerman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 1pt; font-family: A;"&gt;􀀀 &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Berisi memberikan informasi bagaimana prosedur melamar Universitas atau perguruan tinggi lainnya di Jerman.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 1pt; font-family: A;"&gt;􀀀 &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Memberikan informasi perincian biaya untuk hidup yang riil kebutuhan sehari-hari pada taraf cukup (hidup sederhana). &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 1pt; font-family: A;"&gt;􀀀 &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Menginformasikan bagaimana cara belajar bahasa dan berapa biayanya yang dibutuhkan serta dimana dapat mengikuti kursus bahasa tersebut. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 1pt; font-family: A;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Menunjukkan persyaratan-persyaratan lainnya yang diperlukan untuk tinggal dan sekolah di Jerman, dll. Apabila persyaratan tersebut diatas dapat diberikan secara rinci, maka akan memberikan dampak yang cukup signifikan dengan kenaikan jumlah calon mahasiswa yang berminat melanjutkan studinya ke Jerman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14.5pt;"&gt;1 Keistimewaan Jerman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Sebelum orang menentukan ingin sekolah ke Jerman, seharusnya sudah mengetahui apa yang menarik dan istimewa dari pendidikan di Jerman. Tanpa mengetahui ini dan hanya menuruti apa kata orang, maka hanya kekecewaanlah yang diperoleh nantinya. Untuk itu sebelum menentukan carilah informasi sebanyak mungkin, keuntungan dan kerugian, enak tidaknya, bagaimana persyaratannya, dll.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Selain itu suatu hal yang penting lagi dalam hal mencari informasi adalah janganlah kita percaya akan satu sumber informasi saja, misal dari tulisan ini atau dari brosur-brosur yang ada di DAAD maupun yang ada di Kedubes Jerman sendiri. Karena kadang kala yang tertulis didalamnya kurang lengkap betul. &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; kalanya ada sesuatu yang masih tersembunyi dan belum diinformasikan. Sehingga bila banyak sumber informasi, maka akan diperoleh banyak pertimbangan dan dapat mengambil keputusan yang tepat. Tetapi jangan menjadi sebaliknya, karena banyak informasi maka menyulitkan menentukan suatu keputusan karena bingung. Oleh karena itu untuk membantu menambah penyediaan sumber informasi yang dibutuhkan, dan guna menentukan pengambilan keputusan untuk belajar di Jerman, dapat dipertimbangan beberapa hal tersebut di bawah ini :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;1. &lt;b&gt;Biaya pendidikan gratis&lt;/b&gt;. Masalah biaya pendidikan sepertinya masih belum banyak orang yang tahu bahwa di Jerman orang sekolah dari Sekolah Dasar (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Courier;"&gt;Grundschule&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;) hingga ke tingkat doktoran &lt;b&gt;tidak dipungut &lt;/b&gt;biaya seperti membayar uang gedung, SPP, dll. Dengan kata lain, bahwa sekolah di Jerman adalah gratis. Kalaupun &lt;b&gt;&lt;i&gt;Sekolah gratis ! &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;ada pungutan itu berupa suatu iuran sosial (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Courier;"&gt;Sozialgebühr&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;) dimana besarnya relatif kecil. Sebagai contoh di Universitas &lt;/span&gt;&lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Bremen&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; untuk semester musim panas tahun 2001, penulis hanya membayar sebesar 164,60 DM.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Biaya ini sudah termasuk untuk membeli Semester Ticket. Oleh karena itu bila penulis tidak menginginkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;semester tiket, maka hanya dikenakan biaya sebesar 80 DM saja. Kalaupun ada kenaikan iuran sosial ini, sebetulnya dikarenakan perubahan harga BBM yang berfluktuasi setiap tahunnya, dimana kecenderungan fluktuasinya naik. Sebagai contoh untuk iuran sosial semester musim dingin tahun 2001, penulis dikenakan kenaikan sehingga harus membayar sebesar 175,40 DM. Kalau tidak menggunakan semester tiket, maka tetap membayar 80 DMsaja. Untuk Universitas dan Fachhochschule di lain &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;kota&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; mempunyai tarif tersendiri, walaupun semuanya masih termasuk relatif murah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;2. &lt;b&gt;Kesempatan Promosi&lt;/b&gt;. Di Jerman, untuk seseorang yang ingin melanjutkan jenjang pendidikan setara S3 (Doktor) mempunyai keistemawaan khusus, yakni bila di &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; telah lulus S1 (Sarjana strata satu), maka di Jerman ada kemungkinan untuk promosi langsung ke doktoran (tidak mesti melalui Diplom/Magister). Hal ini bisa &lt;b&gt;&lt;i&gt;S1 ke S3 lang &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;terjadi kalau memenuhi persyaratan dengan melalui penyetaraan ijasah kita. Dengan cara ini seseorang bisa &lt;b&gt;&lt;i&gt;sung OK &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;sedikit menyingkat waktu (biasanya temen-temen dari DAAD yang mengambil kursus bahasa Jerman di Goethe Institut &lt;/span&gt;&lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Bremen&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;, dimana bila masih S1, maka setelah berkenalan dengan penulis kebanyakan “merubah” haluan untuk dapat langsung memperoleh kesempatan promosi S3/Doktoran). Model promosi seperti ini belum banyak diketahui calon mahasiswa dari &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;3. &lt;b&gt;Asuransi kesehatan&lt;/b&gt;. Selama kita belajar dan tinggal di Jerman diwajibkan memiliki asuransi kesehatan. Halini penting kalau kita terpaksa sakit dan masuk ke rumah sakit. Saat pemeriksaan dan tinggal di rumah sakit, kita &lt;b&gt;&lt;i&gt;AsKes &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;tidak memikirkan berapa besar biaya yang harus dibayarkan. Semua akan ditanggung oleh asuransi kesehatan yang kita ikuti. Keuntungan ini akan menguntungkan sekali kalau kita mengikuti gesetzliche Versicherung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;4. &lt;b&gt;Hiwi dan Miwi&lt;/b&gt;. Hiwi merupakan sebuah kesempatan menjadi pembantu penelitian dari seorang Professor atau Doktor. Kesempatan ini banyak ditawarkan oleh Professor yang kebanyakan kerja di bidang ilmu pengetahuan alam. Pekerjaan utama Hiwi adalah bekerja dengan waktu sekitar 2-4 jam per minggu. Setelah mengikuti &lt;b&gt;&lt;i&gt;Kerja sambilan &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;Hiwi maka besar sekali kemungkinan untuk mendapatkan kesempatan Miwi. Pekerjaan utama Miwi adalah &lt;b&gt;&lt;i&gt;OK&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;melakukan penelitian untuk bahan disertasinya. Jadi Miwi ini dibutuhkan oleh Professor bagi seseorang yang mau melakukan promosi (Doktor). Honor bulanan yang diperoleh keduanya cukup besar, setara sebagai pengganti beasiswa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;5. &lt;b&gt;Kunjungan ke luar Jerman&lt;/b&gt;. Bila seseorang telah dapat masuk dan sekolah di Jerman, maka sebuah kemudahan fasilitas adalah dengan visa Jerman, dapat digunakan untuk mengujungi negara lain yang tergabung dalam Uni-Eropa. Bahkan hingga saat tulisan ini dipersiapkan, visa Jerman dapat digunakan untuk mengunjungi teman di Swiss, atau ke &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Denmark&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; tanpa mengurus visanya. Kadang kala ada orang beranggapan bahwa bepergian ke luar Jerman merupakan sebuah “pemborosan”. Tetapi di pihak lain juga ada yang beranggapan hal ini merupakan sebuah investasi tersendiri (dibidang inovasi ide, dll). Karena dengan mengunjungi suatu tempat yang baru kita akan mendapatkan sesuatu yang menarik. Sebagai contoh orang yang tinggal di Bremen, kemudian &lt;b&gt;&lt;i&gt;Enak untuk &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;mengujungi Amsterdam (Belanda), maka akan diketahui bahwa sama-sama kota pantai tetapi Amsterdam lebih &lt;b&gt;&lt;i&gt;Wisata &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;jorok kotanya dari pada Bremen, belum lagi arsitektur bangunan yang ada atau melihat kebiasaan pemakaian obat-obat terlarang, dll. Dari sini juga dapat dilihat suatu kemiripian bahwa pada sisi tata letak &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;kota&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;, biasanya &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;kota&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; di eropa daerah pusat perbelanjaan terletak dekat dengan Stasiun. &lt;/span&gt;&lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Bremen&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Amsterdam&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; mempunyai kemiripan ini. Dari hal seperti ini wawasan kita akan terbuka lebar nantinya. Apalagi kalau saat jalan-jalan tersebut dikaitkan dengan bidang kajian kita, maka akan banyak manfaatnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;6. &lt;b&gt;Flohmarkt&lt;/b&gt;. Dalam bahasa Indonesia Flohmarkt mempunyai padanan kata dengan &lt;b&gt;Pasar Loak&lt;/b&gt;. Di Jerman &lt;b&gt;&lt;i&gt;Barang murah &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;keberadaan Flohmarkt ini pada awal mulanya tidak begitu dipandang oleh orang Jerman sendiri, karena kalau &lt;b&gt;&lt;i&gt;? &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;membeli barang di loak biasanya berkualitas rendah. Namun saat ini Flohmarkt sudah mempunyai arti sendiri bagi orang Jerman. Kalau mau mencari barang antik, sekedar melepaskan hobi untuk berbelanja, dll, maka Flohmarkt adalah pilihannya. Dan bagi orang asing di Jerman Flohmarkt merupakan lahan untuk mencari tambahan penghasilan. Karena kita bisa berjualan disana dengan tarif sewa luas permukaan per m&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 1pt; font-family: A;"&gt;_ &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;hanya sebesar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;7 DM (di Bremen). Kalau mencari buku-buku bekas dari segala jenis buku, disana banyak diperdagangkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Barang yang ditawarkan banyak sekali dan beragam, mulai dari orang menjual jarum jahit hingga berjualan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;mobil bekas ada semuanya. Barang yang dilarang dijual di Flohmarkt adalah sayuran, buah-buahan atau barang kebutuhan untuk makan sehari-hari. Kadang kala kualitas barang di Flohmarkt masih bagus, asal pandai-pandai memilih barang. Hanya kalau membeli barang elektronik tidak disarankan di sini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;7. &lt;b&gt;SSV dan WSV&lt;/b&gt;. Merupakan kependekan dari &lt;i&gt;Sommerschlussverkauf &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;Winterschlussverkauf&lt;/i&gt;, yaitu musim obral di akhir musim panas dan dingin. Seperti saat tulisan ini dilakukan, sedang terjadi SSV dari tanggal 31 Juli hingga 11 Agustus. Biasanya SSV dan WSV berlangsung selama sekitar 2 pekan. Pada SSV dan WSV ini semua toko memberikan diskon atau potongan harga yang besar sekali dari 10-70 %. Diskount diberikan tergantung jenis barangnya. Biasanya untuk barang elektronik kecil sekali diskonnya. Karena diskon inilah, maka harga barang menjadi amat sangat murah sekali. Bahkan penulis pernah mendiskusikan suatu jenis barang dengan harganya, kalau dipikir harga jual tidak sepadan dengan biaya produksinya. Namun hal itu terjadi setiap WSV dan SSV. Hal ini memungkinkan karena sistem &lt;i&gt;Inventurverkauf &lt;/i&gt;yang berjalan di Jerman mendukung sekali. Apabila sisa barang tetap disimpan di gudang, maka akan kena pajak yang tinggi. Sehingga untuk menghindari pajak yang besar tersebut, lebih baik diobral semurah mungkin. Barang-barang yang biasanya mendapatkan diskon besar adalah parfum, pakaian, jeans, jaket, t-shirt, dll.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;8. &lt;b&gt;Semester Ticket&lt;/b&gt;. Fasilitas ini walaupun tidak terdapat diseluruh Universitas dan Fachhochschule di Jerman, namun hampir di kota-kota besar setiap perguruan tinggi memberikan fasilitas ini. Bagi Universitas dan Fachhochschule yang tidak memberikan fasilitas semester ticket ini, biasanya berkaitan dengan jaringan transportasi umum dalam &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;kota&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; yang belum mendukung. Misalnya saja tidak banyak transportasi umum dalam &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;kota&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;. Kadang &lt;b&gt;&lt;i&gt;Angkot murah &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;kala komunitas mahasiswanya yang tidak menghendaki fasilitas tersebut, karena kegunaannya kurang optimal.&lt;b&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;Manfaat semester ticket ini besar sekali, karena dapat meringankan biaya transportasi dalam &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;kota&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; atau kadang kala hingga keluar &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;kota&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; dengan batas tertentu. Dengan semester ticket, mahasiswa dapat menggunakan semua bus umum, Strassenbahn (kereta listrik), S-bahn atau U-bahn (kereta bawah tanah) dengan gratis dengan waktu tak terbatas. Namun bila seseorang tidak mempunyai fasilitas ini, maka bila bepergian dengan fasilitas transportasi umum dalam &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;kota&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; akan dikenakan sesuai tarif umum, sebagai gambaran sekali bepergian dalam wilayah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Bremen&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; saja (Stufe I) harga tiketnya 3,60 DM. Dari pengalaman penulis, fasilitas semester ticket ini jarang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;sekali dijumpai di negara lain, misalnya &lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;di Jepang&lt;/span&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Australia&lt;/span&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;, Belanda, Inggris, dll.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;9. &lt;b&gt;Transportasi umum&lt;/b&gt;. Di Jerman bila seseorang mempunyai hobby jalan-jalan adalah merupakan negara yang layak nomor satu dipilih. Hal ini dikarenakan untuk mencapai kota-kota lain di seluruh Jerman bukan menjadi masalah besar, kapan saja dan dimana saja. Jenis transportasi umumnya adalah kereta listrik (diesel untuk desadesa kecil). Bepergian dengan transportasi ini relatif murah, apalagi pada waktu akhir pekan (Wochenende). Deutsche Bahn (DB) selaku penanggung jawab utama perkeretaan di Jerman menawarkan fasilitas &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Courier;"&gt;Wochenend Ticket &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;(tiket akhir pekan) kepada warga Jerman. Sepertinya ini malah dijadikan perangsang agar warga Jerman suka jalan-jalan. Harga ticketnya sebesar 35 DM (tahun 1997), kemudian pada tahun 2001 mulai naik menjadi 40 DM. Tiket tersebut dapat digunakan untuk bepergian ke segala arah ke seluruh kota di Jerman untuk maksimal lima (5) orang dewasa. Wochenend Ticket masih dapat digunakan untuk hari Sabtu dan minggu pada tahun 1997. Namun sejak tahun 2000 Wochenend Ticket hanya dapat digunakan pada satu hari saja, yakni hari Sabtu saja atau Minggu saja. Ticket ini berlaku mulai jam 04.00 hingga jam 24.00-02.00. Karena ticket ini murah, maka tidak semua jenis kereta dapat menggunakan dengan ticket ini. Wochenend Ticket berlaku hanya untuk jenis kereta RegionalExpress (RE), RegionalBahn (RB), S-Bahn dan StadtExpress (SE). Semua kereta tersebut termasuk golongan kelas ekonomi, walaupun demikian bila dibandingkan dengan kereta api di &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; setara dengan kelas Senja Utama atau Sembrani untuk fasilitas dan kecepatannya. Oleh karena itu hampir setiap akhir pekan, penulis sering menggunakan fasilitas ini untuk jalan-jalan mengunjungi kota-kota lain, baik berkelompok atau terpaksa sendiri. Wochenend Ticket ini menarik buat bepergian dengan keluarga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;10. &lt;b&gt;BahnCard&lt;/b&gt;. BahnCard (BC) adalah suatu fasilitas dari Deutsche Bahn dengan memberikan potongan hargaticket sebesar 50 % dari harga normal selama waktu 12 bulan. Untuk mendapatkan harga potongan tersebut,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Tampak depan kereta kelas satu ICE (Inter City Express, &lt;a href="http://www.bahn.de/"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;http://www.bahn.de/&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;) seseorang harus membuat BahnCard dengan menyerahkan foto berwarna 3x4 cm, Passport (orang asing) atau Personalausweis semacam KTP (orang Jerman) dan membayar 270 DM untuk bujangan atau 70 DM buat famili&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;(keluarga + 2 anak, bila keluarga dengan 3 anak maka tidak perlu membayar apa-apa, alias BahnCardnya gratis diperoleh). Dengan BahnCard ini seseorang dapat berpergian kemana saja dengan berbagai jenis kereta dan mendapat potongan harga hingga 50 %. Setiap tahun kadang kala harga ticket ini mengalami perubahan. Selain itu BahnCrad ini tidak berlaku untuk membeliWochenend Ticket agar mendapatkan potongan 50 % lagi. Untuk lebih detailnya saat ini terdapat berbagai macam BahnCard yang ditawarkan kepada penduduk Jerman seperti, Daftar jenis dan harga BahnCard yang berlaku mulai tahun 2001 (sumber http://www.bahn.de/) dan mulai 1 Januari 2002 harga dalam Euro (1 Euro = 1.95583 DM)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Jenis BahnCard Keistemawaan Harga kls 2 Harga kls 1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;BC Classic 23-59 tahun 270 DM/th 540 DM/th&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;BC Senior &gt; 60 tahun 135 DM/th 270 DM/th&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;BC Junior 18-22 th, mhs/pelajar &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 1pt; font-family: A;"&gt;_ &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;26 th 135 DM/th 270 DM/th&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;BC Zusatz Famili tanpa anak/teman hidup 135 DM/th 270 DM/th&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;BC Familie Famili+2 anak &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 1pt; font-family: A;"&gt;_ &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;17 th (anak lebih 3 gratis) 70 DM/th tidak ada&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;BC Teen 12-17 tahun 70 DM/th 140 DM/th&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;BC Kind 6-11 tahun 70 DM/th 140 DM/th&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Selain keistimewaan yang penulis sebutkan di atas, tentu saja masih banyak hal-hal yang menarik dan terdapat di Jerman. Bagaimana tata ruang &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;kota&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; di setiap &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;kota&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; besar di Jerman, juga merupakan hal yang sangat menawan bagi ahli planologi. Begitu juga bentuk-bentuk arsitektur bangunan yang terdapat di setiap sudut kota-kota di Jerman merupakan sebuah pandangan yang sayang kalau tidak dinikmati saat jalan-jalan. Apalagi bagi ahli arsitektur. Kemudian system transportasi dalam kotanya atau antar &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;kota&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; di Jerman, sebuah sistem yang sayang kalau begitu saja diabaikan. Apalagi sistem asuransi kesehatan maupun sosialnya, bagus untuk dijadikan studi banding bagi kita yang hidup di &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14.5pt;"&gt;2 Beberapa bidang studi di Jerman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Pada saat kita mau menentukan bidang studi, biasanya merupakan problem tersendiri bagi seseorang untuk memilih. Apalagi bila bidang studi yang akan diambil dari suatu universitas tidak ada informasi sama sekali tentang kriteria,kualitas, dll. Untuk ini dibawah ini ada tabel tentang perguruan tinggi di Jerman yang menarik untuk dipilih. Data &lt;b&gt;&lt;i&gt;Bidang studi ? &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;tersebut disadur dari majalah Stern edisi beberapa bulan yang lalu yang memuat daftar perguan tinggi di Jerman beserta kriterianya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Tabel 1&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;. Daftar Universitas dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Courier;"&gt;Fachhochschule &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;berdasarkan kriteria jenis I, II dan III (Kriteria penilaiannya adalah &lt;b&gt;Jenis I &lt;/b&gt;: Misal untuk universitas yang memiliki bimbingan yang baik bagi mahasiswa, masa kuliah yang relatif lebih cepat. &lt;b&gt;Jenis II &lt;/b&gt;: Universitas atau &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Courier;"&gt;Fachhochschule &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;yang biasanya kuat di bidang penelitian. &lt;b&gt;Jenis III &lt;/b&gt;: Jenis ini adalah universitas atau &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Courier;"&gt;Fachhochschule &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;yang memiliki kontak dengan lapangan pekerjaan sangat erat. Sehingga pengetahuan praktis sangat banyak diberikan)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Bidang Studi Jenis I Jenis II Jenis III&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Angulistik Uni Bamberg TU Berlin tidak ada&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Uni Eichstaett Uni &lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Freiburg&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Uni &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Giessen&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; Uni Giessen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Uni &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Regensburg&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; Uni Muenchen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Uni Tuebingen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Arsitektur HdK &lt;/span&gt;&lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Berlin&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; tidak ada HS Anhalt&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;BTU &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Cottbus&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; FH Biberach&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;AdbK &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Stuttgart&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; FH Heidelberg&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Sipil TU Braunschweig RWTH &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Aachen&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; RWTH &lt;/span&gt;&lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Berlin&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;BTU &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Cottbus&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; TU Muenchen FH Biberach&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Uni Rostock&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Uni Weimar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Bisnis EAP &lt;/span&gt;&lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Berlin&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; Uni &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Mannheim&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; HS Anhalt&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;TU &lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Chemnitz&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; Uni Muenchen FH Biberach&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Uni Eichstaett &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Freiberg&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; Uni Muenster ISM &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Dortmund&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;WHU &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Koblenz&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; FH Erfurt&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;EBS Oestrich-Winkel FH &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Hildesheim&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Uni &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Potsdam&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; FH Konstanz&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;FH Lausitz&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;FH Merseburg&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;FH Nuertingen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;FH Reutlingen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Kimia Uni Jena Uni Marburg tidak ada&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Uni &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Leipzig&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; TU Muenchen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Uni Marburg&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;TU Muenchen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Elektroteknik TU &lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Chemnitz&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; TU Branschweig FH &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Augsburg&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;TU Dresden Uni &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Stuttgart&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; FH Landshut&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;TU Ilmenau FH Telekom &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Leipzig&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Uni &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Kiel&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; FH Ulm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Uni &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Rostock&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; HS Wismar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Uni GH-Siegen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Uni Ulm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Pedagogik Uni Bamberg Uni Bielefeld tidak ada&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;TU &lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Chemnitz&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; Uni Muenchen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Uni Eichstaett&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Uni Tuebingen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Germyanistik Uni Bamberg FU Berlin tidak ada&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;TU &lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Chemnitz&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; Uni Freiburg&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Uni &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Greifswald&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; Uni Muenchen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Uni &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Jena&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; Uni Tuebingen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Uni GH-Siegen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Sejarah RWTH Aachen Uni Bielefeld tidak ada&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Uni &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Bamberg&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; Uni Freiburg&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Uni &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Bayreuth&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; Uni Muenchen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Uni Muenster&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Lanjutan Tabel 1. Daftar Universitas dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Courier;"&gt;Fachhochschule &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;berdasarkan kriteria jenis I, II dan III.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Bidang Studi Jenis I Jenis II Jenis III&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Informatik TU Chemnitz Uni &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Karlsruhe&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; FH Furwangen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Uni Halle-Wittenberg TU Muenchen HTWK &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Leipzig&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;TU Ilmenau Uni GH-Paderborn HTW Mittweida&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Uni &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Jena&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; Uni Saarbruecken FH Schmalkalden&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Uni Magdeburg HTW Zittau&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Uni &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Rostock&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; FH Zwickau&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Hukum Uni Bayreuth tidak ada tidak ada&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Uni Dusseldorf&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Eropa Uni Frankfurt an der &lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Oder&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Uni Halle-Wittenberg&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Uni Jena&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Mesin/proses Uni Bremen RWTH Aachen FHTW Berlin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;TU Chemnitz TU Muenchen FH &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Erfurt&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;TU Clausthal Uni &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Stuttgart&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; FH Lausitz&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;TU &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Dresden&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; FH Offenburg&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;TU Bergakademie &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Freiberg&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; FH Zwickau&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;TU Ilmenau&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Uni Kaiserslautern&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Uni Rostock&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Matematik TU Chemnitz Uni Bielefeld tidak ada&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;TU Clausthal Uni &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Heidelberg&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;TU &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Dresden&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; Uni Muenster&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;TU Bergakademie &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Freiberg&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Uni Halle-Wittenberg&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;TU Ilmenau&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;TU Muenchen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Fisika Uni Augsburg Uni Heidelberg tidak ada&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Uni &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Bayreuth&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; Uni Karlsruhe&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Uni &lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Chemnitz&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; Uni Konstanz&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;TU &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Dresden&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; TU Muenchen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Uni GH-Essen Uni Wuerzburg&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Uni Jena&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Uni GH-Kassel&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Uni Leipzig&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Uni Rostock&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Psikologi Uni &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Bamberg&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; Uni Freiburg&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;TU Braunschweig Uni &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Konstanz&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Uni Graifswald&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Uni Jena&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Uni Potsdam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Ekonomi - Uni Leipzig Uni Kiel tidak ada&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;kerakyatan Uni Regensburg&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14.5pt;"&gt;3 Mengapa sekolah ke luar negeri ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Saat ini aspek informasi adalah sangat penting sekali dalam mengambil keputusan, terutama sekali sejak memasuki abad 21 ini, &lt;i&gt;Abad Informasi&lt;/i&gt;. Oleh karena itu sebelum menentukan sekolah baik di dalam atau ke luar negeri ada baiknya uraian dari Pangesti Wiedarti [pangestiwiedarti@telkom.net] yang dapat penulis kumpulkan dapat dijadikan referensi. Adapun buah pikirannya adalah sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 1pt; font-family: A;"&gt;􀀀 &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Studi lanjut di dalam negeri. Apabila kita telah memilih melanjutkan studi di dalam negeri maka keuntungan yang akan diperoleh adalah:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;1. Dekat dengan keluarga (istri/suami, anak, orangtua, saudara, tunangan/pacar).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;2. Biaya yang dibutuhkan lebih murah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;3. Tidak terlalu dituntut menguasai bahasa asing seperti halnya jika kuliah di luar negeri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;4. Berpikir dan menulis dalam Bahasa Indonesia mungkin tidak menjadi masalah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;5. Gegar budaya kemungkinan tidak terjadi jika kuliah pada setting yang sama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Adapun kerugian yang bakal diperoleh adalah :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;1. Konsentrasi terbagi dengan pekerjaan atau pencarian penghasilan tambahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;2. Umumnya studi S2 jarang dapat diselesaikan dalam 2 th, apalagi untuk S3-nya banyak molor waktunya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;3. Sulit mendapatkan buku-buku terbitan mutakhir, terutama terbitan penerbit luar negeri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;4. Keahlian pembimbing relatif terbatas sehingga mahasiswa harus menyesuaikan diri dengan keahlian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;pembimbing.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;5. Pada kondisi tertentu uruson non-akademik menjadi penghambat penyelesaian studi (intensitas pembimbingan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;kurang, otoritas pembimbing sangat kuat).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;6. Gegar budaya kemungkinan terjadi jika kuliah pada setting yang berbeda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;7. Reward terhadap mahasiswa kurang diberikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;8. &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; kemungkinan ideologi negara membatasi kreativitas berpikir mahasiswa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;9. Kurang bebas dalam mensosialisasikan hasil penelitian karena dikhawatirkan terlalu sensitif (menimbulkan masalah SARA).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 1pt; font-family: A;"&gt;􀀀 &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Studi lanjut ke luar negeri&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Bagi orang yang telah memilih untuk melanjutkan studi ke luar negeri juga terdapat plus-minusnya. Adapun keuntungan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;yang akan diperoleh adalalah :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;1. Bisa mendapatkan buku-buku terbitan mutakhir di perpustakaan atau melalui interlibrary-loan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;2. Kemungkinan dapat belajar spesialisasi baru karena perkembangan ilmu di luar negeri (baca: high/developed countries) lebih maju daripada di &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;3. Menguasai bahasa asing negara setempat dan dapat belajar kebudayaannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;4. Sikap akademik, disiplin, menghargai orang lain menjadi lebih terbentuk, EQ pun terbina.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;5. Proses pembimbingan lebih fleksibel walau disiplin (terutama dalam hal waktu).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;6. Kemungkinan waktu studi lebih cepat (1-1,5 tahun)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;7. Kemungkinan dapat membina kerja sama dengan universitas tempat studi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;8. Integritas sebagai bangsa &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; dan nasionalisme makin kuat (??).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;9. Wawasan menjadi lebih terbuka dapat membentuk &lt;i&gt;national character building&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Walaupun keuntungan dapat diperoleh lebih banyak bila anda melanjutkan studi di luar negeri, namun kerugiannya pun juga ada, yaitu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;1. Jauh dari keluarga. Jika keluarga diajak serta, diperlukan banyak biaya (fiskal &amp;amp; transport, biaya hidup,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;biaya sekolah, suami/istri keluar/cuti demii pekerjaannya). Keluarga perlu waktu dalam penyesuaian diri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;dengan lingkungan baru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;2. Hidup di negara lain kemungkinan menimbulkan gegar budaya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;3. Jika keluarga ditinggal di &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;, perlu biaya komunikasi (telpon, fax, e-mail, &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;surat&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;), biaya ekstra untukpembelian tiket ketika menjenguk keluarga (bagi yang tidak ada dukungan dari pemberi beasiswa, biasanya DAAD memberikan hal ini).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;4. Biaya menjadi semakin banyak jika harus studi dengan biaya sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;5. Home sick.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;6. Kemungkinan terjadi kesulitan dalam penyesuaian makanan dan iklim.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;7. Kemungkinan tanpa sadar mahasiswa terjebak membahas penelitian yang seharusnya tidak dikerjakan karena berkaitan dengan masalah politis &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; (memaparkan data rahasia negara).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Dengan melihat beberapa keuntungan dan kelebihan di atas dan bila dipadukan dengan kemampuan yang ada pada diri sendiri. Maka keputusan untuk melanjutkan studi baik di dalam negeri atau di luar negeri akan dapat diambil dengan tepat. Namun bila ingin melanjutkan studi ke luar negeri ada beberapa aspek lainnya ynag perlu dipertimbangkan, yakni :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;1. Biaya pendidikan (beasiswa), cari info di kedubes negara yang menawarkan beasiswa ke &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;: &lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Jepang&lt;/span&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Australia&lt;/span&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Austria&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;USA&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;, Jerman, &lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Belanda&lt;/span&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Singapore&lt;/span&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Malaysia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;, Bruneidarussalam, dll. melalui kerjasama pemerintah atau mencari beasiswa secara langsung ke universitas yang menawarkan beasiswa ( searching internet).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;2. Menentukan pilihan universitas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;3. Menentukan disiplin ilmu (pindah major lain??).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;4. Penguasaan bahasa Inggris (TOEFL: 575 and TWE 4.5; IELTS 6.5 with no band less than 6) atau tes standar bahasa lain. Masing-masing jurusan mempunyai standar penguasaan berbeda. Misalnya: Fac. of Architecture, Economics, Law pada umumnya membutuhkan TOEFL: 600 and TWE 4.5, IELTS 7 (with no bond less than&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;6.0); Fac. of Medicine (Dentistry, Medicine, Pharmacy) biasanya membutuhkan TOEFL 600 and TWE 4.5;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;IELTS 6.5 (with no band less than 6.0).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;5. Menentukan jalur macam kuliah yang hendak ditempuh: coursework, kombinasi coursework dan research, research (major thesis)&lt;i&gt;. &lt;b&gt;Course work &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;: Pada umumnya kegiatan belajar ditekankan pada perkuliahan (diskusi, seminar, presentasi), tes, dan penulisan makalah. Bagi mereka yang belum pernah menempuh program Grad. Dipl./ S-2, program sebaiknya menempuh course work karena akan mendapatkan banyak ilmu (baru) dan berbagai perkuliahan. Course work membuat mhs amat sibuk, jadi harus pandai mengatur waktu antara kuliah, mempersiapkan tes, atau mengerjakan tugas. &lt;b&gt;&lt;i&gt;Coursework &amp;amp; research &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;: Mirip dengan di &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;: perkuliahan dan menulis thesis (minor). &lt;b&gt;&lt;i&gt;Major thesis/research &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;: Berpengalaman meneliti pada bidang spesialisasinya; Kegiatan utama adalah penelitian dan penulisan major thesis; Mahasiswa diperbolehkan &lt;i&gt;sit in &lt;/i&gt;di kelas yang dianggap diperlukan bagi penulisen thesisnya atau atas anjuran pembimbing; Benar-benar harus mandiri dan disiplin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;6. Mendapatkan rekomendasi dari mantan dosen.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;7. Mencari informasi tentang negara yang hendak dituju: keamanan, geografis, budaya, dll.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;8. Siap mental untuk hidup di negara lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Setelah berada di lingkungan studi, kadang kala banyak kendala yang dihadapi baik yang datang dari diri sendiri atau dari luar. Semuanya itu akan mempengaruhi keberhasilan studi. Adapun faktor penentu tersebut meliputi : Suka belajar dan cinta ilmu dan ibadah, gelar (??).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 1pt; font-family: A;"&gt;􀀀 &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Investasi ilmu dan dedikasi terhadap pengembangan ilmu dan institusi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;9&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 1pt; font-family: A;"&gt;􀀀 &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Disiplin.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 1pt; font-family: A;"&gt;􀀀 &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Pantang menyerah dan suka tantangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Rasa keingintahuan tinggi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 1pt; font-family: A;"&gt;􀀀 &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Berpikir positif. Menerapkon sinergi SWOT; dan tahu bahwa dirinya tahu; tahu bahwa dirinya tidak tahu; tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu. Hidup itu perjuangan (disertai doa).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 1pt; font-family: A;"&gt;􀀀 &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Kegagalan adalah merupakan kesuksesan yang tertunda.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 1pt; font-family: A;"&gt;􀀀 &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Tahu apa yang akan dan harus dilakukan (proaktif)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 1pt; font-family: A;"&gt;􀀀 &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Membina kekawanan dan mempunyai banyak kawan baik. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 1pt; font-family: A;"&gt;􀀀 &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Melibatkan diri dalam pergaulan internasionol agar kemampuan berbahasa asing terlatih dengan lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 1pt; font-family: A;"&gt;􀀀 &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Terampil mengelola keuangan (beasiswa) selama studi. Dengan bekal-bekal tersebut di atas, maka waktu dan proses studi terasa menyenangkan sekali, baik studi di dalamnegeri atau di luar negeri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14.5pt;"&gt;4 Catatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Apabila diperhatikan dengan seksama artikel dari penulis ini amat sangat pendek. Uraian diatas tidak cukup detail menyajikan informasi tentang kondisi belajar di Jerman yang sesungguhnya. Namun artikel ini lebih dari pada cukup untuk memberikan pandangan awal tentang sekolah di Jerman. Apabila pembaca ada yang berkeinginan untuk &lt;b&gt;&lt;i&gt;Info lanjutan ! &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;mengetahui lebih jelas tentang sekolah di Jerman, penulis telah menyiapkan buku panduan lengkap berjudul &lt;i&gt;Sekolah di Jerman Buat Orang Lugu&lt;/i&gt;. Buku tersebut diselesaikan bersama Tim Pandu (&lt;i&gt;http://pandu.dhs.org/ &lt;/i&gt;), namun saying hingga saat tulisan ini selesai ditulis buku tersebut belum dapat di nikmati bagi yang membutuhkannya. Insya Allah buku tersebut baru akan diterbitkan sekitar bulan Mei 2002. Oleh karena itu bila ada yang berminat dan tertarik dengan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;buku tersebut silakan menghubungi penulis dengan alamat email di atas atau intip &lt;i&gt;http://www.forum-indojerman.de/&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4316966312090277800-7257608025993311211?l=militaniac.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://militaniac.blogspot.com/feeds/7257608025993311211/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4316966312090277800&amp;postID=7257608025993311211&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4316966312090277800/posts/default/7257608025993311211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4316966312090277800/posts/default/7257608025993311211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://militaniac.blogspot.com/2008/05/mungkinkah-sekolah-ke-jerman.html' title='MUNGKINKAH SEKOLAH ke JERMAN ?'/><author><name>Tech MiliTan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4316966312090277800.post-1225389706789513604</id><published>2008-05-04T08:48:00.000-07:00</published><updated>2008-05-04T08:49:14.799-07:00</updated><title type='text'>Visa Pelajar RI di Australia Dilengkapi Izin Kerja Part Time</title><content type='html'>&lt;p&gt;Australia akan semakin menarik sebagai tujuan pendidikan bagi orang Indonesia. Australia baru saja mengubah sistem visanya, sehingga setiap WNI yang menuntut ilmu dibolehkan bekerja paruh waktu selama masa studi mereka.&lt;br /&gt;Demikian disampaikan Kedutaan Besar Australia dalam siaran pers, Jumat (2/5).&lt;br /&gt;&lt;span id="more-1843"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menteri Imigrasi dan Kewarganegaraan Australia, Senator Chris Evans, berujar, pelajar Indonesia sebelumnya harus mengajukan permohonan secara terpisah untuk izin bekerja paruh-waktu selama masa studi mereka di Australia. Namun sejak 26 April lalu, hal itu tinggal sejarah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Sesuai dengan pengaturan pemrosesan baru yang berlaku sejak 26 April, seluruh visa pelajar akan disertai dengan hak kerja, menghilangkan kewajiban untuk membuat pengajuan permohonan secara terpisah,” tutur Senator Evans.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perubahan ini menjadikan pelajar Indonesia dapat mengajukan permohonan kerja paruh-waktu hingga 20 jam/minggu begitu kuliah mereka dimulai. Tentu saja hal ini mengurangi keruwetan bagi pelajar yang ingin bekerja di Australia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Senator Evans berujar, pengaturan baru ini juga akan memangkas biaya visa pelajar secara keseluruhan untuk warga Indonesia. Pemohon dari Indonesia kini dikenai biaya Rp3.860.000 (A$450) untuk visa dan izin kerja, hemat sekitar Rp343.000 (A$40) dibandingkan dengan pengaturan sebelumnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penyederhanaan proses bagi pelajar Indonesia yang mengajukan permohonan visa pelajar juga telah diperkenalkan. “Permohonan yang dikabulkan tidak perlu lagi diberi label visa Australia pada paspor mereka sebagai bukti bahwa visa mereka dikabulkan,” imbuh Senator Evans.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Informasi visa pelajar Indonesia akan disimpan secara elektronis untuk akses melalui layanan Online Verifikasi Hak Visa (Visa Entitlement Verification Online).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Keuntungan layanan online tersebut memungkinkan para majikan, lembaga pemerintah, penyelenggara pendidikan dan pemegang visa mencek sendiri kondisi visa seperti tanggal kadaluwarsa, batasan kerja dan studi,” tambahnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada 2007, Australia telah mengeluarkan 7.534 visa pelajar kepada warga Indonesia. Jumlah warga Indonesia yang mulai belajar di Australia meningkat enam persen pada 2007 dibanding 2006.&lt;/p&gt; Kini terdapat sekitar 15.000 warga Indonesia yang menuntut ilmu di Australia, dan Australia tetap menjadi negara tujuan nomor satu untuk pelajar Indonesia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4316966312090277800-1225389706789513604?l=militaniac.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://militaniac.blogspot.com/feeds/1225389706789513604/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4316966312090277800&amp;postID=1225389706789513604&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4316966312090277800/posts/default/1225389706789513604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4316966312090277800/posts/default/1225389706789513604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://militaniac.blogspot.com/2008/05/visa-pelajar-ri-di-australia-dilengkapi.html' title='Visa Pelajar RI di Australia Dilengkapi Izin Kerja Part Time'/><author><name>Tech MiliTan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4316966312090277800.post-8268161634030219027</id><published>2008-05-04T08:35:00.000-07:00</published><updated>2008-05-04T08:36:58.876-07:00</updated><title type='text'>Campus Local Go International</title><content type='html'>Di masa datang, universitas-universitas di Indonesia akan memiliki standar mutu yang sama dengan lembaga-lembaga pendidikan tinggi di Eropa. Artinya Indonesia tidak hanya mengirimkan para mahasiswa ke Eropa namun mahasiswa daro Eropa juga dapat memperoleh gelar dari Universitas di Indonesia dengan standar yang tak kalah bermutu dengan tempat belajar di negeri mereka berasal.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span id="more-1180"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Visi tersebut tengah dirintis Universitas Indonesia dengan dua universitas terkemuka dari Eropa yaitu Universitas Parma dari Italia dan Universitas Duisburg - Essen dari Jerman. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bersama dengan Universitas Kebangsaan dari Malaysia, ketiga lembaga pendidikan tinggi tersebut tengah menjalin proyek European Union (EU) ASEAN Credit, Transfer System (EACTS). Melalui mekanisme EACTS, mahasiswa yang belajar di salah satu dari keempat universitas tersebut bisa mengikuti program pertukaran mahasiswa dan pada saat lulus akan memperoleh gelar ganda (joint award degree) dari dua universitas peserta EACTS baik dari Asia Tenggara dan Eropa dengan bekal kualitas pendidikan yang prestisius.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Demikian ungkap dua akademisi Eropa Prof Ing Roberto Menozzi dari Universitas Parma dan Prof Ing Axel Hunger dari Universitas Duisburg-Essen dalam perbincangan dengan wartawan di Jakarta, Rabu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Kami tengah mengikuti tahap ketiga dari rangkaian pertemuan dalam rangka mematangkan proyek yang didanai oleh Uni Eropa untuk membangun credit transfer sistem dengan universitas di Asia Tenggara, dimana kredit studi mahasiswa dari universitas-universitas yang menjalin kerja sama dapat ditransfer dari Uni Eropa ke Asia Tenggara maupun sebaliknya. Selain itu kami membuka kerja sama pemberian gelar ganda,” kata Menozzi menjelaskan maksud kunjungan ke Jakarta bersama Hunger.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menurut Menozzi, proyek EACTS sudah bergulir sejak Oktober 2005 dan berlangsung hingga 31 September 2008. “Saat ini kami sedang berada dalam tahap mengesahkan kesepakatan antara Universitas Parma dan Universitas Indonesia serta Universitas Kebangsaan Malaysia untuk memulai program pertukaran mahasiswa dan juga dalam waktu dekat, program gelar ganda,” lanjut Menozzi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hunger mengungkapkan bahwa berdasarkan pengalaman mereka program gelar ganda sejauh ini mendapat sambutan yang baik dari kalangan industri. Para penyandang gelar ganda tidak saja dianggap memiliki potensi keahlian dan ilmunya, namun juga memiliki pengetahuan dari dua budaya yang berbeda. Ini merupakan faktor plus dalam persaingan industi,” kata Hunger.&lt;br /&gt;Namun saat ini proyek skema EACTS baru melibatkan program studi teknik (engineering) dari berbagai jurusan. “Kami berharap dalam waktu dua pekan kami sudah siap melaksanakan program pertukaran mahasiswa secara intensif melalui skema EACTS,” kata Menozzi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;TIDAK UNIVERSAL&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;EACTS merupakan mekanisme untuk mengharmonisasikan sistem kredit semester yang sudah diterapkan di masing-masing universitas. Mekanisme tersebut mengadopsi sistem transfer kredit semester yang sudah diterapkan di seluruh negara Uni Eropa (UE). Sebenarnya hampir semua universitas di berbagai negara telah menerapkan sistem kredit untuk menentukan beban studi yang harus dijalani mahasiswa selama menjalani perkualiahan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Begitu pula universitas-universitas di Indonesia yang menerapakan sistem satuan kredit semester (SKS) yang bobotnya berbeda di beberapa mata perkuliahan. “Masalahnya barometer sistem kredit tersebut tidak berlaku universal di banyak negara. Jadi, tantangannya yaitu bagaimana menyelaraskan perbedaan-perbedaan tersebut,” kata Menozzi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di Indonesia, perbedaannya tidak saja pada penentuan pemberian kredit, namun juga mengenai pengertian suatu disiplin ilmu, ilmu teknik misalnya, dan penerapan kerja (kurikulum) yang berbeda dengan di Eropa. Menozzi mengungkapkan bahwa Fakultas Teknik Universitas Parma telah menerima seorang mahasiswa dari Indonesia yang didanai oleh pemerintah Italia melalui Institut Kebudayaan Italia (IIC) di Jakarta.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Melalui IIC, Italia dalam lima tahun terakhir telah memberikan beasiswa kepada 142 warga Indonesia untuk belajar di negara tersebut. Sedangkan Hunger mengungkapkan bahwa program gelar ganda antara Universitas Duisburg-Essen dan Universtias Indonesia sudah berlangsung dengan melibatkan enam mahasiswa dari Indonesia. (MEP)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4316966312090277800-8268161634030219027?l=militaniac.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://militaniac.blogspot.com/feeds/8268161634030219027/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4316966312090277800&amp;postID=8268161634030219027&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4316966312090277800/posts/default/8268161634030219027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4316966312090277800/posts/default/8268161634030219027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://militaniac.blogspot.com/2008/05/campus-local-go-international.html' title='Campus Local Go International'/><author><name>Tech MiliTan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4316966312090277800.post-2744805804318919110</id><published>2008-05-02T21:22:00.000-07:00</published><updated>2008-05-04T08:16:23.199-07:00</updated><title type='text'>Pengaruh Dunia Islam Pada Europa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salam kenal, salam hormat dan tetep jalan-jalan..... loh :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hello pembaca, selamat datang di blog  saya yang katrok ini... topik yang pertama adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengaruh Islam Pada Europa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="tulisan"  style="color:#505050;"&gt;&lt;b&gt;     &lt;/b&gt;Islam ternyata memberikan sumbangsih besar bagi kemajuan Eropa (baca : Barat). Mengubah masa kegelapan, kebodohan, dan perbudakan pada cahaya dan ilmu pengetahuan era Renaisans. Andalusia dan Cordova merupakan jalur transformasi ke arah perubahan itu. Tanpa peran Islam dan umat Islam, entah seperti apa masa depan peradaban Eropa dahulu dan sekarang. Lalu bagaimana sikap mereka terhadap Islam dan umat Islam yang telah mengangkat mereka pada 'derajat' yang tinggi dari segi ilmu pengetahuan dan teknologi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permusuhan gereja pada ilmu dan ilmuwan pada waktu itu menyebabkan Eropa tenggelam pada kebodohan dan keterbelakangan. Ilmuwan, filosof, dan para pemikir mendapat perlakuan kejam dan sadis, bila pendapat dan pemikirannya berseberangan dengan Gereja. Galileo misalnya, harus mati secara mengenaskan karena pemikirannya dianggap berlawanan dengan Gereja. Dan masih banyak lagi ilmuwan yang nasibnya serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Islam datang dengan membawa peradaban dan kebudayaan yang mendorong kemajuan. Seperti menanam pohon dalam tanah subur, peradaban dan kebudayaan ini mengalami kemajuan yang cepat dan menakjubkan. Islam berdiri kokoh di bumi Andalusia. Hal ini disebabkan, Islam memberikan kebebasan bagi akal untuk mengkaji dan meneliti demi kemajuan ilmu pengetahuan dan kemaslahatan umat manusia. Masyarakat diberikan kebebasan untuk mengkaji dan mengembangkan ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para filsuf Islam mentransferkan ilmu filsafat, kedokteran, astronomi, matematika, dan sastra ke Eropa. Ilmuwan Muslim menggoreskan langkah maju dan sumbangsih mereka bagi kebangkitan pemikiran Eropa. Membawa Eropa pada kemajuan dan Renaisans. Era Daulah Utsmaniah dan Abbasiah, mendorong gerakan penerjemahan warisan keilmuwan Yunani ke bahasa Arab. Dari bahasa Arab ke bahasa Latin, dan selanjutnya mentransfer ke Eropa melalui futahat Islam, terutama Andalusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Kindi, Al-Farabi, Ibnu Sina, Abu Qasim Al-Qurthubi, Ibnu Zuhur Al-Asyibili, Ibnu Rusyd, Ibnu Khaldun, Al-Khwarizmi, Ar-Razi, Bizajani, Ibnu Haitsam, Ibnu Nafis, adalah sederatan ilmuwan Muslim yang berkat kejeniusannya dan kebrilianannya yang dianugerahkan Allah kepada mereka, mampu memberikan sumbangsih besar bagi kemajuan ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu sina (980-1037M) misalnya, ahli dalam filsafat, kedokteran, politik, dan astronomi. Ia membuat alat untuk mengamati ruang angkasa. Bukunya, diterjemahkan ke pelbagai bahasa di Barat dan mencapai lebih dari 270 buku. Buku bidang filsafatnya yang terkenal, Asy-Syifa'a dan Al-Qanun bidang kedokteran. Ma'rifat pada Allah SWT dan tenggelam dalam dzikir adalah tujuan filsafat menurutnya. Buku kedokterannya menjadi referensi penting kedokteran selama enam abad dan menjadi salah satu pondasi terpenting bagi kajian-kajian kedokteran di universitas-universitas di Perancis dan Italia hingga abad delapan belas. (Khadar, 2005 : 43).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku merupakan media pewarisan peradaban. Ilmu pengetahuan dari tokoh masa kini maupun terdahulu diwariskan melalui media ini. Untuk mengetahui dan memahami warisan peradaban, diperlukan pengalihbahasaan sesuai dengan bahasa yang berkepentingan, maka dilakukanlah penerjemahan-penerjemahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jasa Islam yang begitu besar bagi kemajuan Eropa tak membuat mereka merasa berhutang, melainkan membuat mereka iri hati dan benci, yang sampai sekarang kebenciannya masih terasa. Majunya peradaban Islam di segala bidang, justru menambah benci musuh-musuh Islam. Citra palsu tentang Islam pun diangkatnya. Karakteristik dan nilai dasar Islam diputarbalikan. Citra buruk Islam ini dipasarkan pada warga Barat supaya mereka tidak berempati terhadap Islam yang ujung-ujungnya bertambah benci. Hal ini terus berlanjut sampai anak keturunan mereka. Beberapa pastur dan pendeta beralih jadi misionaris professional dan orientalis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adu domba antara Iran dan Iraq, penyerangan terhadap Afghanistan dan Iraq oleh tentara sekutu Amerika, pemberian label teroris pada Islam dan umat Islam, pendudukan tanah Palestina oleh Israel yang dibantu oleh Amerika dan masih banyak lagi, merupakan manifestasi kontemporer kebencian Barat pada Islam. Wallahu a'lam bishshawwab.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4316966312090277800-2744805804318919110?l=militaniac.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://militaniac.blogspot.com/feeds/2744805804318919110/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4316966312090277800&amp;postID=2744805804318919110&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4316966312090277800/posts/default/2744805804318919110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4316966312090277800/posts/default/2744805804318919110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://militaniac.blogspot.com/2008/05/sekali-klik-dapet-duit-enak-tho.html' title='Pengaruh Dunia Islam Pada Europa'/><author><name>Tech MiliTan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
